Jumat, 25 Februari 2011

Perang Troya

                           Perang Troya

Perang Troya atau Perang Peloponesos, menurut legenda, adalah penyerbuan terhadap kota Troya yang terletak di Asia Kecil, oleh tentara Akhaia (Yunani Mycenaean), yang terjadi setelah Paris menculik Helena dari suaminya Menelaos, raja Sparta. Perang ini merupakan salah satu peristiwa penting dalam mitologi Yunani dan diceritakan di banyak karya sastra Yunani. Dua karya paling terkenal adalah Iliad dan Odisseia karya Homeros. Iliad berhubungan dengan suatu bagian dari tahun terakhir pengepungan Troya, sedangkan Odyssey menceritakan perjalanan pulang Odisseus, salah seorang pemimpin Akhaia. Bagian lain dari kisah ini diceritakan dalam suatu seri epik yang hanya tersisa dalam bentuk fragmen-fragmen. Episode dari perang ini menjadi bahan untuk kisah-kisah tragedi Yunani dan karya-karya sastra Yunani lainnya, dan juga untuk penyair Romawi seperti Virgilus dan Ovidius.

[sunting] Kuda Troya

Pada Perang Troya, para prajurit Yunani bersembunyi di dalam Kuda Troya yang berukuran raksasa yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak. Pada malam harinya, pasukan Yunani keluar dari perut kuda kayu tersebut dan akhirnya merebut kota Troya.
Lukisan Blick auf das brennende Troja (Jatuhnya Troya) oleh Johann Georg Trautmann (1713–1769).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar